Hutang Jangka Panjang

Hutang Jangka Panjang, Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Sebagian orang pernah melakukan transaksi hutang piutang pada pihak terntentu baik lembaga resmi maupun pinjaman pribadi perorangan. Hutang ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilunasi sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat di awal. Jika Anda mengajukan hutang pada lembaga resmi seperti bank atau koperasi maka ada syarat dan ketentuan yang harus Anda patuhi. Berbicara mengenai hutang, mungkin banyak diantara Anda yang belum tahu kalau ternyata hutang dapat dibedakan menjadi hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Masing-masing jenis hutang berdasarkan jangka waktunya ini pun masih dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis.

Pengertian dari hutang jangka panjang adalah kewajiban untuk melunasi pinjaman tertentu dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Jangka waktu 1 tahun ini merupakan 1 periode akuntansi yang terhitung dari tanggal pembuatan neraca hutang. Pembayaran jenis hutang ini dapat dilakukan engan kas ataupun diganti dengan aset tertentu. Pinjaman ini dapat dibedakan menjadi jenis hutang jangka panjang yaitu

Hutang obligasi

Hutang ini muncul dari dikeluarkannya surat-surat obligasi tertentu oleh sebuah perusahaan. Pemegang obligasi ini merupakan pihak yang membeli obligasi. Pada surat-surat obligasi ini sudah tertera informasi yang lengkap mulai dari nominal, tanggal pelunasan, besaran bunga dan berbagai informasi dan ketentuan lain.

Hutang hipotik

Hutang ini terjadi dengan adanya perolehan dana tertentu dari hutang yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam hutang ini terdapat ketentuan mengenai jenis harta benda yang dijadikan jaminan. Jaminan ini nantinya digunakan apabila si peminjam tidak mampu melunasi kredit jangka panjang ini sesuai jangka waktu yang ditentukan. Apabila kondisi ini terjadi maka pemberi pinjaman berhak untuk menjual barang jaminan yang nantinya nilai nominalnya akan diperhitungkan sesuai dengan nominal hutang yang ada.

Sementara itu, hutang jangka pendek adalah hutang yang diharapkan mampu dilunasi oleh pihak peminjam dalam jangka waktu satu tahun. Hutang yang harus dilunasi dalam periode yang lebih singkat ini juga dapat dibedakan menjadi jenis-jenis hutang jangka pendek yaitu :

Hutang wesel

Hutang ini berupa sebuah surat perjanjian mengenai pembayaran dari hutang jangka pendek. Hutang ini ada yang dilengkapi dengan besaran bunga dan ada pula yang tidak.

Hutang dagang

Hutang dagang merupakan hutang yang muncul akibat sebuah transaksi perdagangan. Ketentuan dari hutang ini diserahkan sepenuhnya pada pemberi hutang dan penerima hutang.

Deviden

Deviden adalah pembagian keuntungan yang diberikan kepada para pemegang saham di sebuah perusahaan. Keuntungan ini diperoleh dari hasil keuntungan usaha perusahan yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham. Deviden ini menjai hutang perusahaan yang wajib dibayarkan kepada setiap pemilik saham sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan untuk masing-masingnya.

Hutang jangka panjang yang sudah jatuh tempo

Pinjaman jangka panjang dengan periode pelunasan lebih dari 1 tahun apabila tidak mampu dibayarkan oleh peminjam setelah jatuh tempo maka akan berubah statusnya menjadi pinjaman jangka pendek. Pinjaman jangka pendek ini harus segera dibayarkan oleh peminjam sesuai dengan nominal kesepakatan.

Baca Juga: Cari Jasa Peminjaman Duit Online? Pastikan Hal-Hal Ini untuk Menjamin Keamanannya

Setiap hutang materi hendaknya segera dibayarkan sesuai dengan perjanjian agar tidak saling merugikan satu sama lain. Pelunasan hutang sesuai waktunya akan menghindarkan seseorang ataupun instansi perusahaan dari hal-hal lain yang tiak diinginkan. Oleh karena itu sebelum mengajukan pinjaman sebaiknya perhitungkan kemampuan Anda untuk membayar kembali hutang sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yang sudah disepakati. Pilih pinjaman dana cepat agar mendapatkan kemudahan dalam berhutang.